Perihal penyebab Kanker Anus

Perihal penyebab Kanker Anus

Perihal penyebab Kanker Anus

Perihal penyebab Kanker Anus – Kanker anus merupakan kanker ataupun perkembangan sel- sel yang cepat, tidak teratasi, serta buas pada anus. Kanker anus ialah tipe kanker yang lumayan tidak sering terjalin. Kanker anus bisa memunculkan rasa perih dan epistaksis pada anus.

Perihal penyebab Kanker Anus

Perihal penyebab Kanker Anus

rosettagenomics – Anus ialah saluran pendek pada akhir rektum serta jadi rute keluarnya berak. Salah satu penyakit yang berhubungan dengan kanker anus merupakan peradangan HPV( human papilloma virus). Kanker anus mempunyai mungkin buat membaik, paling utama bila ditemukan pada ambang dini serta lekas ditangani.

Baca juga : Kenali Jenis, Penyebab Dan Tanda Dari Kanker Rahim

Pemicu Kanker Anus

Kanker anus diakibatkan oleh pergantian( pemindahan) genetik pada sel- sel anus yang menimbulkan sel- sel ini berganti jadi buas. Sel anus yang tidak normal berkembang cepat, tanpa teratasi, mengganggu jaringan sekelilingnya, serta menabur ke bagian badan lain( metastasis).

Kanker anus kerap berhubungan dengan peradangan virus human papillomavirus( HPV). Walaupun begitu, bukan berarti tiap pengidap peradangan HPV hendak hadapi kanker anus. Peradangan virus HPV hendak menciptakan protein yang bisa menonaktifkan tumor suppressor proteins dalam sel wajar, alhasil sel- sel dapat berkembang tidak teratasi.

Tipe- tipe kanker anus

Bersumber pada tipe sel yang berganti jadi buas, kanker anus bisa dipecah jadi sebagian berbagai, ialah:

– Karsinoma sel skuamosa, ialah kanker yang berasal dari sel- sel yang terdapat di saluran anus

– Adenokarsinoma, ialah kanker yang berawal dari kelenjar yang terdapat di dekat anus

– Karsinoma sel basal, ialah kanker yang berasal dari sel- sel dataran anus serta amat tidak sering terjadi

Tidak hanya kanker anus, tumor jinak yang bertumbuh jadi buas( pra- kanker) pula dapat timbul di anus. Ilustrasinya merupakan anal intraepithelial neoplasia( AIN) serta anal squamous intraepithelial lesions( SILs).

Aspek Resiko Kanker Anus

Terdapat sebagian aspek yang bisa menimbulkan seorang lebih beresiko hadapi kanker anus, antara lain:

– Berumur lebih dari 50 tahun

– Kerap bergonta- ganti pendamping seksual

– Kerap jadi akseptor seks anal

– Mempunyai riwayat penyakit kanker serviks

– Mempunyai kutil pada anus yang dapat diakibatkan oleh peradangan HPV

– Mempunyai sistem kebal yang lemas sebab mengidap AIDS, memakai obat imunosupresan, ataupun menempuh kemoterapi

– Mempunyai Kerutinan merokok

Pertanda Kanker Anus

Pada sebagian orang, kanker anus dapat tidak memunculkan pertanda apa juga( asimptomatik) pada awal mulanya. Tetapi, pada beberapa besar pengidap kanker anus, bisa timbul pertanda berbentuk:

– Epistaksis dari rektum ataupun anus

– Rasa perih di anus

– Tonjolan ataupun pembengkakan di anus

– Rasa mengerinyau di anus serta keluarnya larutan semacam cairan pekat ataupun bisul dari anus

– Pergantian pola campakkan air besar

Bila wajib ke dokter

Lekas jalani pengecekan ke dokter bila Kamu hadapi keluhkesah ataupun pertanda yang dituturkan di atas, paling utama apabila Kamu mempunyai situasi yang bisa tingkatkan resiko timbulnya kanker anus.

Penaksiran Kanker Anus

Buat mendiagnosis kanker anus, dokter hendak bertanya pertanda serta keluhkesah yang dirasakan oleh penderita, dan melaksanakan pengecekan pada rektum serta anus buat memandang terdapat tidaknya tonjolan yang dapat menunjukkan kanker.

Pengecekan itu bisa dicoba dengan metode mencoblos anus serta dilanjutkan dengan dorongan anuskop. Anuskop merupakan perlengkapan semacam corong yang dipakai buat memandang anus serta rektum dengan lebih nyata.

Buat membenarkan penaksiran, dokter pula hendak melaksanakan beberapa pengecekan cagak selanjutnya:

– Endoskopi, buat memandang rektum serta anus, dan buat mengetahui terdapat tidaknya jaringan yang berkembang tidak wajar di saluran pencernaan

– USG transrektal, buat memandang jaringan yang berkembang di anus serta sekitarnya

– Biopsi dengan mengutip ilustrasi jaringan anus, buat mengenali tipe sel serta jaringan yang tumbuh

– Pemindaian dengan CT scan, MRI, serta PET scan buat membenarkan posisi, dimensi, dan ambang kanker yang dialami pasien

Ambang kanker anus

Bersumber pada pengelompokan TNM( tumor, nodul, serta metastasis), kanker anus bisa dipecah jadi 4 ambang. Selanjutnya merupakan uraiannya:

– Ambang 0: Kanker cuma ditemui di bagian mukosa anus. Ambang 0 pula diucap high- grade squamous intraepithelial lesion( HSIL).

– Ambang I: Kanker anus berdimensi≤2 centimeter, tidak terdapat penyebaran ke kelenjar pulut jernih, tidak terdapat penyebaran ke jaringan ataupun alat lain

– Ambang 2: Kanker anus berdimensi
2centimeter serta belum menabur ke alat lain

– Ambang 3: Kanker anus telah menabur ke kelenjar pulut jernih di dekat anus ataupun ke alat dekat anus, semacam kandungan kencing, saluran berkemih( uretra), serta vagina

– Ambang 4: Kanker anus telah menabur ke kelenjar pulut jernih serta alat lain yang lebih jauh dari anus, semacam batin ataupun paru- paru

Penyembuhan Kanker Anus

Penyembuhan kanker anus hendak dicocokkan dengan ambang kanker serta situasi penderita dengan cara biasa. Di dasar ini merupakan sebagian tata cara yang dipakai buat penyembuhan kanker anus:

1. Campuran chemotherapy serta radioterapi

Buat tingkatkan daya guna serta kesuksesan penyembuhan kanker, dokter umumnya memakai campuran chemotherapy serta radiasi.

Chemotherapy dicoba dengan pemberian obat- obatan buat menewaskan sel- sel kanker. Tetapi, obat ini pula bisa mengganggu sel segar, semacam sel- sel yang terletak di saluran pencernaan serta folikel rambut.

Radioterapi dicoba dengan pancaran sinar- X serta proton buat menewaskan sel- sel kanker.

2. Operasi

Pada kanker anus ambang dini, dokter hendak melaksanakan pembedahan buat mengangkut kanker anus. Apabila kanker anus berdimensi kecil, metode pembedahan tidak hendak mengganggu sangat banyak jaringan yang terdapat disekitarnya, tercantum otot sfingter anus yang berperan menata campakkan air besar.

Buat menanggulangi kanker anus ambang lanjut, dokter bisa melaksanakan metode abdominoperineal resection. Pada metode ini, dokter hendak mengangkut saluran anus, rektum, serta beberapa dari usus besar. Berikutnya, sisa usus besar hendak disambungkan ke bilik perut yang telah dilubangi( stoma), alhasil berak senantiasa dapat dikeluarkan.

3. Imunoterapi

Imunoterapi bermaksud buat tingkatkan sistem kebal penderita buat melawan sel kanker. Imunoterapi umumnya dipakai buat menyembuhkan penderita yang hadapi kanker anus ambang lanjut.

4. Pengobatan paliatif ataupun pengobatan pendukung

Pengobatan ini diserahkan buat memudahkan pertanda dampak kanker anus serta menyurutkan dampak sisi dari penyembuhan kanker. Pengobatan ini hendak dicoba berbarengan dengan tata cara penyembuhan kanker yang lain.

Kanker anus tidak sering menabur( metastasis) ke bagian badan yang lain. Apabila sel- sel kanker telah menabur ke batin serta alat lain, kanker anus hendak susah buat diatasi.

Penangkalan Kanker Anus

Hingga dikala ini, kanker anus belum dapat dilindungi. Tetapi, sebagian tahap selanjutnya dapat dicoba buat merendahkan resiko terbentuknya kanker anus:

– Memperoleh vaksinasi HPV kala telah berumur anak muda ataupun dewasa

– Tidak bergonta- ganti pendamping seksual

– Tidak berkaitan seks lewat anal

– Menempuh skrining buat kanker anus bila mempunyai aspek risiko

– Menyudahi merokok